TIPS MENINGKATKAN OMZET DAN KEUNTUNGAN TOKO PERLENGKAPAN MUSLIM
Setiap waktu tertentu para pelaku bisnis pastinya membuat perencanaan. Salah satu unsur dalam perencanaan tersebut adalah adeanya target peningkatan omzet penjualan yang diharapkan berujung pada meningkatnya laba usaha karena tidak sedikit contoh kasus dimana peningkatan penjualan tidak berimbas kepada laba usaha. Berikut adalah sedikit tips bagi pelaku usaha, khususnya yang bergerak dalam penjualan perlengkapan muslim.
1. PERBANYAK PROSPEK/CALON PELANGGAN
Kalau biasanya dalam sehari ada sekitar 100 orang yang berkunjung ke toko kita, usahakan agar angka tersebut meningkat. Hal ini bisa ditempuh dengan membagikan brosur toko kita kepada pengunjung mall (kalau toko kita ada di mall) atau kerja sama dengan loper koran dikomplek kita kalau toko kita di rumah dengan cara menaruh brosur dilipatan koran. Jangan segan pula bawa brosur saat hadir di majlis taklim (tapi tetep harus jaga niat lho, ikut majlis taklimnya bukan karena mau nybarin brosur... Mbagi brosurnya kalau acara sudah selesai).
2. TINGKATKAN KONVERSI
Dari 100 orang yang mampir toko kita, usahakan lebih banyak terjadi pembelian.
Kalau selama ini hanya ada 2 diantara 10 pengunjung yang melakukan pembelian, usahakan angka tersebut meningkat jadi 4 atau 5 orang. Misalnya dengan memberi bosnus gratis gift untuk setiap jumlah pembelian tertentu, atau servis gratis penghiasan mahar untuk yang beli perlengkapan sholat. Tentunya harus dipertimbangkan, gift atau servis gratis yang diberikan jangan sampai membebani keungan kita.
3. TINGKATKAN JUMLAH PEMBELIAN TIAP PELANGGAN
Kita bisa tawarkan kepada pembeli untuk item-item yang belum masuk dalam daftar pembelian pelanggan.
Kalau di Mcdonalds kita sering ditawari oleh pelayanya “Mau tambah french fries bu?” Kalau kita jawab iya, dia akan tanya: “Yang large atau medium?” Kalau kita jawab tidak ingin french fries, dia akan tanya lagi: “Es krimnya mau bu?” atau “Mau coba wafflenya bu?” Begitu seterusnya.
4. TINGKATKAN MARJIN ANDA
Meningkatkan marjin tidak identik dengan menaikan harga. Marjin bisa kita naikan dengan menurunkan harga perolehan produk.
Biasanya suplier mau menurunkan sedikit harganya kalau kita beli dalam jumlah banyak dengan pembayaran cash.
Semoga bermanfaat. (Narso Utomo)
SUKSES RETAIL MUKENA DAN JILBAB DARI RUMAH
Mempunyai usaha sendiri agar bisa menambah penghasilan adalah impian bagi sebagian besar ibu rumah tangga. Akan tetapi kendala modal serta masih mempunyai tanggungan mengasuh anak menjadi kendala bagi mereka untuk mempunyai bisnis sendiri. Solusi dari itu semua adalah memulai bisnis sendiri dari rumah sehingga bisa menghemat modal awal serta masih bisa menjalankan salah satu tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan mukena dan jilbab adalah salah satu jenis produk yang memungkinkan untuk dijual di rumah.
Ada beberapa tips bagi mereka yang ingin berjualan mukena dan jilbab dari rumah.
Lokasi rumah tidak strategis
Buka usaha tidak di lokasi strategis harus diiringi dengan promosi yang gencar, agar orang-orang diseitar rumah kita tahu ada usaha yang bisa memenuhi kebutuhan mereka khususnya mukena, jilbab dll. Promosi bisa memasang pamflet kertas atau spanduk disekitar rumah. Ada juga yang lebih murah, promosi dari mulut ke mulut, ketika sedang berkumpul dalam acara pengajian, kondangan, arisan dll.
Mengelola modal yang terbatas dan sering tercampur dengan kebutuhan sehari-hari.
Ini adalah masalah klasik. Solusinya uma satu, disiplin, memisahkan uang usaha dan uang keluarga. Misalnya, kalau modal Rp 1jt untuk modal usaha, maka Rp 1 juta ini harus muter untuk modal, tidak bisa diutak-atik untuk kebutuhan lain. Kalau ada kebutuhan mendesak bisa menggunakan keuntungan dari usaha.
Lebih bagus lagi kalau ada pencatatan semua uang masuk dan keluar, utang-piutang dll.
Usahakan pembeli membeli secara cash
Mengingat keterbatasan modal, maka kita harus tegas menolak pembelian secara kredit. Berikan penawaran-penawaran menarik kalau beli secara cash. Misalnya kalau beli secara cash Rp 100.000 dapat hadiah gratis mie instan. Bisa juga memberikan potongan harga jika pembelimembeli secara cash, tentunya dalam kisaran yang aman agar margin laba tidak terlalu banyak tergerus.
Kalaupun terpaksa harus memberikan penjualan secara kredit, harus dilihat kredibiltas orangnya, sehingga tidak merepotkan kita dikemudian hari.
Jadi, bagi para pemula, dengan modal awal yang kecil serta harus memulai bisnis dari rumah bukan merupakan suatu kendala asal bisa mengelola semuanya dengan disiplin dan usah yang keras dan cerdas.